MAAFKAN DIRIKU DUHAI KAWAN
Dalam beberapa hari ini aku ditegur oleh seorang kawan di FB kerna seperti aku menjauhi diriku darinya. Aku seperti sudah menduga akan ada dalam kalangan kawan-kawan akan menyapaku seperti itu. Kerna ku tahu tabiat2 kawan2 aku itu. Sudah ku duga. Hanya malas untuk membalas reaksi bila keadaan seperti itu yang sudah ku duga. Sekadar aku ingin memaklumkan, Aku ingin undur diri dari bersama-sama sebaris dengan dirimu wahai kawan-kawan. Kerna ku tahu aku tidak semampu kalian. Aku hanya sekadar memerhatikan dan mendoakan sahaja dari jauh.
Andai ditanya jauh ke lubuk hatiku, adakah aku ingin bersama kalian? Sungguh! aku ingin berdiri sebaris dengan kalian, cuma aku tahu diri aku sebenar. Setahun bergelumang dalam fasa refleksi diri, membuat aku menterjemah solusi aku sendiri. Tanpa kalian disisi sebagai tongkat untuk aku berjalan, telinga untuk mendengar luahan dan masalah ku, aku terus dengan solusi ini. Aku ingin menyepi mengejar cita-cita ini. (Sedihku hanya Allah yang tahu)
Sringkali hati ini menjerit memekik agar ada kawan yang rela mendengar rintihanku. Namun aku rasa sendiri. Aku hanya ada tuhan, Allah yang mendengar. Cukup! Kini aku dengan dia. Kerna ku tahu kawan tidak dapat menyapu air mata ku, kerna mereka cuma datang ketika ku kecap bahagia.
Kawan,
percayalah aku mencintai arena politik mahasiswa dan sekalian intipatinya cuma aku tidak mahu lagi membuat keluargaku disana bermuram durja. Aku bukan seperti kalian. Nasihat aku
JANGAN CARI AKU KETIKA DIRIMU PAYAH HATTA SENANG.
Jalan
yang aku pilih,
KEVIN KYLE
Andai ditanya jauh ke lubuk hatiku, adakah aku ingin bersama kalian? Sungguh! aku ingin berdiri sebaris dengan kalian, cuma aku tahu diri aku sebenar. Setahun bergelumang dalam fasa refleksi diri, membuat aku menterjemah solusi aku sendiri. Tanpa kalian disisi sebagai tongkat untuk aku berjalan, telinga untuk mendengar luahan dan masalah ku, aku terus dengan solusi ini. Aku ingin menyepi mengejar cita-cita ini. (Sedihku hanya Allah yang tahu)
Sringkali hati ini menjerit memekik agar ada kawan yang rela mendengar rintihanku. Namun aku rasa sendiri. Aku hanya ada tuhan, Allah yang mendengar. Cukup! Kini aku dengan dia. Kerna ku tahu kawan tidak dapat menyapu air mata ku, kerna mereka cuma datang ketika ku kecap bahagia.
Kawan,
percayalah aku mencintai arena politik mahasiswa dan sekalian intipatinya cuma aku tidak mahu lagi membuat keluargaku disana bermuram durja. Aku bukan seperti kalian. Nasihat aku
JANGAN CARI AKU KETIKA DIRIMU PAYAH HATTA SENANG.
Jalan
yang aku pilih,
KEVIN KYLE
![]() |
| gambar takde kaitan dengan entry atas. sekadar selingan~~~ |


0 comments: